RSS

Lokalatih Penyusunan Sistem Remunerasi di Rumah Sakit

25 Mar

Lokalatih
Penyusunan Sistem Remunerasi Di Rumah Sakit
Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Kinerja

Dasar Pemikiran
Saat ini, bersamaan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, meningkat pula tuntutan terhadap Rumah Sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Terutama tuntutan pelayanan medis secara cepat, tepat dan efisien. Ada banyak cara yang bisa dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan pada masyarakat, salah satunya adalah dengan memperbaiki sistem remunerasi di rumah sakit. Mengapa hal ini penting? Karena sistem remunerasi yang baik akan berefek pada peningkatan kinerja, motivasi dan produktivitas karyawan dan staf medis yang semua itu akan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Rumah sakit merupakan lembaga usaha yang kompleks. Di dalamnya berpadu antara usaha yang padat teknologi, padat karya dan padat modal. Selain itu rumah sakit juga lembaga yang terdiri dari SDM yang kompleks. Di dalamnya berkumpul para spesialis (misalnya dokter spesialis), hingga tenaga teknis (misalnya tukang parkir dan tenaga kebersihan). Di tengah kompleksitas usaha dan SDM yang bergerak di tumah sakit, sistem remunerasi (gaji dan insentif) merupakan masalah yang pelik. Hal ini dapat terjadi karena memang setiap karyawan dan staf medis di rumah sakit memiliki tanggungjawab dan beban kerja yang berbeda. Untuk itulah, penting adanya sistem remunerasi yang mengatur sistem penggajian secara adil dan transparan serta mampu mendorong peningkatan kinerja.
Di sisi lain, sistem remunerasi ini diharapkan dapat memiliki nilai pertukaran timbal balik (reciprocity norm) antara karyawan dan staf medis dan staf medis dengan pihak organisasi (rumah sakit), sehingga kedua belah pihak mendapatkan kepuasan. Karyawan dan staf medis menggunakan skill dan pengetahuannya untuk membantu perusahaan (baca: rumah sakit) mencapai produktivitas dan kualitas serta mampu mengembangkan kualitas produk dan jasa yang inovatif (Hollenbeck, 1994). Organisasi, di pihak lain memberikan dukungan kepada karyawan dan staf medis. Remunerasi atau pengupahan merupakan salah satu bentuk dukungan organisasi yang diterima oleh karyawan dan staf medis. Remunerasi memainkan peranan penting dalam memotivasi karyawan dan staf medis, memberikan reward terhadap kontribusi mereka dan memberikan daya tarik kepada setiap karyawan dan staf medis untuk bekerja dengan lebih baik.

Tujuan
Lokalatih ini dilakukan dengan tujuan:
1. Memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan sistem remunerasi yang lebih baik
2. Peserta memahami prosedur dan tahap-tahap penentuan remunerasi.
3. Peserta mampu menyusun sistem remunerasi yang baik.

Materi
1. Remunerasi dan Peningkatan Kinerja
Remunerasi merupakan sistem yang mengatur pemberian imbalan kepada karyawan dengan memperhatikan berbagai aspek. Bagus atau tidaknya Remunerasi yang dimiliki oleh Rumah Sakit akan berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja karyawan, serta pencapaian tujuan Rumah Sakit. Hal ini tentu saja akan berpengaruh juga terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.

2. Identifikasi Masalah dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Remunerasi
Sesi ini akan mengidentifikasi mengenai masalah-masalah yang muncul di Rumah sakit yang mempengaruhi pembentukan Remunerasi serta mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi pembentukan Remunerasi.

3. Unsur-Unsur Pembentuk Remunerasi
Apabila dipilah, Remunerasi memiliki dua unsur pembentuk, yaitu unsur baku dan tidak baku. Unsur pembentuk baku terdiri dari ukuran-ukuran yang sudah pasti, seperti; masa kerja, pendidikan dan tunjangan-tunjangan. Sementara itu kinerja dapat dikategorikan sebagai unsur pembentuk yang tidak baku.

4. Penentuan Indikator Kinerja
Untuk menyusun alat ukur kinerja diperlukan penentuan indikator-indikator kinerja, yaitu indikator keberhasilan dalam kaitannya dengan rencana strategis Rumah Sakit. Alat ukur ini penting untuk menghindarkan subjektivitas dari Remunerasi.

5. Pembuatan Instrumen Survey Kinerja
Salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk membuat Remunerasi adalah melakukan survey kinerja karyawan dan staf medis. Dari hasil survey kinerja ini pula dapat dilakukan analisis jabatan sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan Imbalan yang sesuai dengan kompetensi serta beban kerja yang dimiliki oleh masing-masing karyawan dan staf medis. Pengembangan instrumen survey penting dilakukan untuk mendapatkan hasil survey yang baik dan analisis jabatan yang tepat.

6. Teknik Analisis Kinerja (Penentuan Indeks)
Dalam sesi ini akan dikaji teknik analisis kinerja dengan mengidentifikasi berbagai aspek seperti unit kerja, beban kerja dan risiko, masa kerja, latar pendidikan, kedisiplinan dan kinerja. Juga akan dikaji pula bagaimana menentukan skoring terhadap masing-masing indeks itu.

7. Simulasi
Pada sesi ini, peserta akan melakukan simulasi penyusunan Remunerasi berdasarkan materi-materi yang telah dibahas sebelumnya.

Pemateri

1. Dra. Noor Rahmani, MSc
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

2. Drs. Manahati Zebua, M.Kes
Mantan wakil direktur keuangan RS. Bethesda Yogyakarta, dosen program Magister Manajemen Rumah Sakit UGM dan aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar dan lokakarya manajemen Rumah Sakit.

3. Ratna Sesotya Wedadjati, S.Psi, M.Si
Staf divisi SDM PMPK FK UGM. Konsultan Pembuatan Pola Insentif di beberapa Puskesmas, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan.

Peserta

Peserta yang diharapkan adalah:
1. Direktur Utama Rumah Sakit
2. Direktur SDM Rumah Sakit
3. Direktur Keuangan Rumah sakit
4. Kepala Bagian Perencanaan Rumah Sakit
5. Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota
6. Pihak-pihak yang berminat

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

Waktu : 6 – 8 April 2010
Tempat : Hotel Wisma MM UGM ***
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta, 55281

Cara Pendaftaran
Calon peserta wajib mendaftarkan diri dengan cara mengiri formulir pendaftaran/kontak melalui telepon atau SMS dengan menyebutkan nama, instansi, alamat instansi serta no hp/telp yang bisa dihubungi.

Biaya
Biaya Pelatihan sebesar Rp. 3.900.000 (tiga juta sembilan ratus ribu rupiah) per-peserta, dengan akomodasi di hotel 2 malam fullboard, fasilitas untuk peserta:
1. Training Kits
2. Sertifikat

Atau Rp. 3.400.000 (tiga juta empat ratus ribu rupiah) dengan non rest (non akomodasi), fasilitas untuk peserta:
1. Training Kits
2. Sertifikat
3. Paket meeting (2x coffee break dan 1x lunch)

Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer melalui
Bank Mandiri Cabang UGM Yogyakarta,
a.n. H. Abdul Ghoffar c.q. BUMI MADANI
dengan nomor Rekening : 137-00-04039398
Atau dibayarkan saat registrasi.

Penyelenggara
Lembaga Pengembangan Manajemen Kesehatan BUMI MADANI
Jl. Kaliurang km 12.5, Candikarang RT 4/9,
Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta
Telp. 0274 – 749 44 45
Fax. 0274 – 897 267
Email : bumimadani@yahoo.com
Contact Person: Uswah 081 392 070 080

 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: