RSS

PELATIHAN Implementasi Audit Medis di Rumah Sakit Angkatan IV

16 Nov

Dasar Pemikiran

Dalam Bab II, pasal 3, UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran disebutkan bahwa pengaturan praktik kedokteran bertujuan untuk: memberikan perlindungan pada pasien; mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan oleh dokter dan dokter gigi; dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter dan dokter gigi. Mutu pelayanan medis merupakan indikator penting yang menentukan baik buruknya pelayanan di rumah sakit. Selain itu, mutu pelayanan sangat terkait dengan safety (keselamatan). Karena itu, implementasi audit medis sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan medis dan patient safety. Selain itu, pencegahan terhadap terjadinya medical error merupakan sesuatu yang sangat penting.harus dilakukan oleh Rumah Sakit sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas rumah sakit terhadap publik.

Di luar negeri, masalah medical error merupakan masalah serius, karena semakin banyaknya data terkait dengan medical error tersebut. E.A. McGlynn, 1998, melaporkan tentang over-use pelayanan dan under-use pelayanan. Over-use pelayanan terjadi karena ketidaktaatan pada prosedur, di Inggris hal tersebut mencapai 21% dan di Kanada 9%. Sedangkan under-use yang sering terjadi adalah kesalahan dalam pemberian obat (medication safety). Medical error sering berakhir dengan tuntutan pasien. Laporan dari NHS di Inggris pada tahun 1998 menyebutkan  bahwa dana yang terkait dengan tuntutan pasien berjumlah 380 juta pound (sekitar Rp. 6,6 trilyun), dimana 325 juta pound untuk medical error. Di Amerika, angka kematian yang disebabkan oleh medical error ini tiidak kurang dari 100 ribu/orang/tahun.

Di Indonesia, data medical error secara pasti belum ada, tapi beberapa kasus telah mencuat ke permukaan, dan telah menjadi masalah hukum akibat adanya tuntutan dari pasien. Hal ini harus segera diantisipasi, yang salah satunya adalah dengan melakukan Audit Medis secara baik. Audit Medis ini diperlukan selain untuk memperoleh data medical error secara valid, juga dalam kaitannya dengan semangat good clinical governance.

Tujuan

Setelah mengikuti Pelatihan audit medis ini, peserta diharapkan:

  1. Memiliki pemahaman akan pentingnya Audit Medis untuk mengurangi medical eror dan meningkatkan mutu pelayanan medis di Rumah Sakit
  2. Mengetahui prasyarat dan komponen pelaksanaan Audit Medis di Rumah Sakit
  3. Mampu mengimplementasikan Audit Medis di Rumah Sakit

 

Materi

1. Audit Medis dan Strategi Mengurangi Medical Error

Dalam pasal 50 dan 51 UU no.29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran menyebutkan bahwa dokter berhak dan berkewajiban memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi, standar prosedur operasional dan kebutuhan medis pasien. Ternyata dalam keseharian, masih banyak terjadi medical error. Sesuai dengan Kepmen Menteri Kesehatan No.496/MENKES/SK/IV/2005, salah satu cara untuk mengatasi medical error adalah dengan mengimplementasikan Audit Medis.

2. Patient Safety

Di Indonesia, telah dikeluarkan Kepmen nomor 496/Menkes/SK/IV/2005 tentang Pedoman Audit Medis di Rumah Sakit,  yang tujuan utamanya adalah untuk tercapainya pelayanan medis prima di rumah sakit yang jauh 0dari medical error dan memberikan keselamatan bagi pasien.

3. Pentingnya SPM dalam Audit Medis

Pelaksanaan Audit Medis ini tidak dapat dipisahkan dari adanya Standar Pelayanan Medis yang menjadi acuan penilaian. Standar Pelayanan Medis merupakan tatanan yang terpadu dan mendasar bagi setiap tenaga medis dalam melakukan pelayanan medis kepada pasien di rumah sakit. Dengan adanya Standar Pelayanan Medis, dapat dinilai apakah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang tenaga medis masuk dalam kategori melanggar atau tidak.

4. Penyelenggaraan Rekam Medis yang Baik berdasarkan Permenkes No. 269 Tahun 2008

Permenkes No. 269 Tahun 2008 telah mengatur secara rinci dan jelas. Sesi ini akan mencermatinya secara komperhensif.

5. Prasyarat dan komponen Pelaksanaan Audit Medis

Untuk melaksanakan sistem Audit Medis secara baik, dibutuhkan beberapa prasyarat. Diantaranya: 1) pelaksanaan audit medis harus penuh tanggungjawab untuk meningkatkan mutu pelayanan; 2) Pelaksanan audit medis harus obyektif, independen dan memperhatikan aspek kerahasiaan pasien dan wajib menyimpan rahasia kedokteran; 3) pelaksanaan analisis hasil audit medis harus dilakukan oleh kelompok staf medis terkait yang mempunyai kompetensi, pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang pelayanan dan atau kasus yang diaudit; 4) publikasi hasil audit harus tetap memperhatikan aspek kerahasiaan pasien dan citra rumah sakit di mata masyarakat. Sesi ini membicarakan bagaimana menyiapkan  prasyarat-prasyarat tersebut agar audit medis dapat berjalan dengan baik

6. Tata Laksana Implementasi Audit Medis

Untuk menghasilkan audit yang baik diperlukan tata laksana audit yang diantaranya meliputi pemilihan topik yang akan diaudit, penetapan standar dan kriteria, penetapan sampel, membandingkan standar/kriteria dengan pelaksanaan pelayanan, analisis data, tindakan korektif, dan re-audit. Tata laksana itu disusun sedemikian rupa, sehingga memudahkan proses dan evaluasi,

7. Praktek  Audit Medis di Rumah Sakit

Ada dua sesi dalam praktek ini; pertama, praktek audit rekam medis dan SPM. Kedua, praktek audit kasus khusus kematian dan ICD 10.

8. Penyusunan Action Plan

 

Trainer dan Fasilitator

Prof. dr. Budi Mulyono. Sp.Pk

Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUP  Dr. Sardjito Yogyakarta.

dr. Ismail Setyopranoto, SpS

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Kepala Unit Stroke RSUP  Dr. Sardjito Yogyakarta.

dr. Stephani Maria Nainggolan, MKes

Tim Audit Medis RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

dr. Endang Suparniati, M.Kes

Tim Audit Medis RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

 

Peserta

Peserta adalah Rumah Sakit – Rumah Sakit dan Unit-unit Pelayanan Kesehatan di seluruh Indonesia. Peserta yang diharapkan dalam Pelatihan ini adalah:

  1. Direktur Rumah Sakit
  2. Wakil Direktur Rumah Sakit
  3. Kepala Instalasi Rumah Sakit
  4. Komite Medis Rumah Sakit
  5. Tim Pelaksana Audit Medis Rumah Sakit
  6. Pihak-pihak yang berminat terhadap program ini

 

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

Waktu         : 8 – 11 Desember 2009

Tempat       : Wisma MM UGM

Jl. Colombo No. 1, Yogyakarta 55281

 

Cara Pendaftaran

Calon peserta wajib mendaftarkan diri dengan cara mengiri formulir pendaftaran/kontak melalui telepon atau SMS dengan menyebutkan nama, instansi, alamat instansi serta no hp/telp yang bisa dihubungi.

Biaya

Biaya Pelatihan sebesar Rp. 4.000.000 (Empat Juta Rupiah) per-peserta, dengan akomodasi di hotel 3 hari fullboard, fasilitas untuk peserta:

  1. Training Kits
  2. Sertifikat

Atau Rp. 3.250.000 (Tiga Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu) dengan non rest (non akomodasi), fasilitas untuk peserta:

  1. Training Kits
  2. Sertifikat
  3. Paket meeting (2x coffee break dan 1x lunch)

Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer melalui

Bank Mandiri Cabang UGM Yogyakarta,

a.n. H. Abdul Ghoffar c.q. BUMI MADANI

dengan nomor Rekening : 137-00-04039398

Atau dibayarkan saat registrasi.

 

Penyelenggara

Lembaga Pengembangan Manajemen Kesehatan  BUMI MADANI

Jl. Modang MJ III/424 Yogyakarta 55143

Telp.     0274 – 749 44 45

Fax.      0274 – 371764

Website: bumimadani@wordpress.com

Email : bumimadani@yahoo.com

Personal Kontak:

Uswah               081 392 070 080


Jadwal Pelatihan

Implementasi Audit Medis di Rumah Sakit

Dengan Daya Dukung SPM dan Rekam Medis yang Baik

Selasa, 8 Desember 2009

14.00 – 21.00 Check in di Hotel dan Registrasi Peserta

Rabu, 9 Desember 2009

08.00 – 08.15 Pembukaan
08.15 – 10.00 Sesi I Audit Medis dan Strategi Mengurangi Medical Error
Prof. dr. Budi Mulyono. Sp.Pk
10.00 – 10.15 Tea break
10.15 – 12.00 Sesi II Patient Safety
dr. Ismail Setyopranoto, SpS
12.00 – 13.00 Lunch
13.00 – 15.00 Sesi III Prasyarat dan komponen Pelaksanaan Audit Medis
dr. Endang Suparniati, M.Kes
15.00 – 15.30 Tea Break
15.30 – 17.30 Sesi IV Tata Laksana Implementasi Audit Medis
dr. Stephani Maria Nainggolan, MKes

Kamis, 10 Desember 2009

08.00 – 10.00 Sesi V Pentingnya SPM dalam Audit Medis
dr. Ismail Setyopranoto, SpS
10.00 – 10.15 Tea break
10.15 – 12.00 Sesi VI Penyelenggaraan Rekam Medis yang Baik berdasarkan Permenkes No. 269 Tahun 2008
dr. Ismail Setyopranoto, SpS
12.00 – 13.00 Lunch
13.00 – 15.00 Sesi VII Praktek  Audit Rekam Medis dan SPM di Rumah Sakit
dr. Endang Suparniati, M.Kes
15.00 – 15.30 Tea Break
15.30 – 17.30 Sesi VIII Praktek  Audit Kasus Khusus Kematian dan ICD 10
dr. Stephani Maria Nainggolan, MKes

Jumat, 11 Desember 2009

08.00 – 11.00 Sesi IX Penyusunan Action Plan
11.00 – 11.15 Tea break
11.15 – 11.45 Penutupan dan Pembagian Sertifikat
12.00 – 14.00 Jum’atan, Lunch dan Check out

 
Leave a comment

Posted by on November 16, 2009 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: