RSS

Penyusunan Standar Pelayanan Medis (SPM) di Rumah Sakit

07 Sep

LATAR BELAKANG

Undang Undang No. 29 tahun 2004 pasal 44 menyebutkan bahwa dokter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik kedokteran wajib mengikuti standar pelayanan kedokteran atau kedokteran gigi. Demikian juga  dalam pasal 51(UU yang sama) menyebutkan dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien.

Adanya UU N0. 29 tahun 2004 belum cukup menjadi jaminan terhindarnya kesalahan penanganan medis pada pasien. Beberapa temuan menginformasikan bahwa kesalahan penanganan medis masih sering terjadi. Kasus-kasus yang mencuat, seperti kesalahan pemberian obat, kesalahan diagnosis hingga kesalahan tindakan medis, menjadi peringatan agar kasus yang sama tidak terulang lagi.

Rumah sakit, seharusnya memiliki standar pelayanan medis yang menjadi acuan dalam memberikan layanan medis kepada pasien. Sehingga, kebutuhan dasar masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan patient safety dapat terpenuhi. Selain itu, standar pelayanan medis akan menjadi tolok ukur mutu pelayanan medis suatu rumah sakit dan menghindarkan rumah sakit dari kemungkinan tuntutan hukum jika terjadi medical error.

TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan:

  1. Memahami pentingnya Standar Pelayanan Medis (SPM) di setiap Rumah Sakit untuk akuntabilitas pelayanan kesehatan pada masyarakat
  2. Mengetahui bagaimana proses peyusunan, implementasi dan evaluasi SPM.
  3. Mampu menyusun SPM sebagai acuan Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan medis berdasarkan standar profesi dan prosedur operasional.

MATERI

  1. Standar Pelayanan Medis : Definisi dan Perspektif Legal

Bagian ini merupakan overview awal tentang apa yang mendasari pentingnya penyusunan Standar Pelayanan Medis (SPM). Pembahasan akan dimulai dari kajian terhadap UU No. 32 tahun 1992 pasal 32, UU No. 29 tahun 2004 pasal 44,49, 50 dan 51 serta Kode Etik Kedokteran pasal 2. Selain itu sesi ini akan  membahas apa yang dimaksud dengan SPM dan bagaimana posisi SPM dalam rumah sakit.

  1. Patient Safety dan Penerapan Manajemen Resiko di Rumah Sakit

Pada November 1999, the American Hospital Asosiation (AHA) Board of Trustees mengidentifikasikan bahwa keselamatan dan keamanan pasien (patient safety) merupakan sebuah prioritas strategik yang harus ditempuh oleh Dokter maupun Rumah Sakit. Namun demikian usaha ini tidaklah mudah dan butuh kerja keras dari Rumah Sakit. Disamping membutuhkan responsifitas dari petugas medis, usaha ini juga membutuhkan alokasi sumber daya yang memadai untuk upaya pencegahan error (adverse event) dan juga perubahan budaya organisasi agar lebih mementingkan safety.

  1. Langkah-langkah penyusunan SPM

Standar Pelayanan Medis adalah dokumen sistematis untuk membantu praktisi kesehatan dalam membuat keputusan guna pemberian pelayanan kesehatan yang sesuai dg kondisi medis tertentu. SPM merupakan pedoman yang dapat mengukur mutu pelayanan medis dan efisiensi penggunaan sumber daya yg dipakai untuk penyembuhan pasien dari penyakitnya. Untuk menyusun SPM, apa saja yang perlu disiapkan oleh rumah sakit, dan siapa saja yang terlibat didalamnya?

  1. Formulasi SPM dengan dasar EBM (Evidence Based Medicine)

Ada dua pendekatan formulasi SPM, yaitu formulasi SPM dengan dasar EBM (Evidence based Medicine) dan formulasi SPM dengan pendekatan konsensus (Global Subjective Agreement of Expert). Formulasi SPM dengan dasar EBM yaitu penyusunan SPM dengan melakukan integrasi dari bukti-bukti penelitian yang terbaik dengan kapabilitas klinisi dan kebutuhan pasien. Biasanya berasal dari penelitian yangg relevan dan terbaru, dengan akurasi yang lebih baik dan lebih aman daripada studi terdahulu.

  1. Formulasi SPM dengan dasar Konsensus (Global Subjective Agreement of Experts)

Formulasi SPM dengan pendekatan konsensus (Global Subjective Agreement of Expert merupakan proses untuk menentukan kebijakan, dengan berdasar pada informasi –informasi dari penelitian terbaik dan terkini. Pendekatan konsensus bisa dilakukan dengan cara formal dan informal. Metode yang dipakai ada 3, yaitu metode delphi, NGT dan konferensi.

  1. Implementasi SPM

Hal yang tak kalah pentingnya dari penyusunan SPM adalah memastikan bahwa SPM akan dijalankan. Implementasi sebuah kebijakan senantiasa mensyaratkan SDM dan infrastruktur yang mendukung. Strategi apa yang dapat dipakai untuk mengimplementasikan SPM? Apa upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin timbul?

  1. Evaluasi SPM

Salah satu komponen yang menjamin pelaksanaan SPM dengan baik adalah evaluasi secara kontinyu. Evaluasi SPM mencakup rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan dan analisis informasi untuk menetapkan relevansi, kemajuan, efektivitas, efisiensi dan dampak SPM. Bagaimana cara agar evaluasi dapat berjalan?

  1. Simulasi Penyusunan Standar Pelayanan Medis (SPM) Menggunakan EBM dan NGT

Peserta melakukan simulasi penyusunan SPM berdasar EBM dengan melakukan penelusuran literatur via internet dan NGT secara berkelompok.

Trainer

  1. dr. Ismail Setyopranoto, SpS

Kepala Unit Stroke RSUP Dr. Sardjito, staf pengajar di Fakultas Kedokteran UGM dan Fakultas Farmasi UGM

  1. dr. Alida Lienawati, M.Kes

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.

  1. dr. Andaru Dahesihdewi, M.Kes, SpPK(K)

Penanggungjawab Pelayanan Medik SMF PK di ICU/PICU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

  1. dr. Stephani Maria Nainggolan, MKes

Tim Audit Medis RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Peserta

Peserta adalah Rumah Sakit – Rumah Sakit dan Unit-unit Pelayanan Kesehatan di seluruh Indonesia. Peserta yang diharapkan dalam pelatihan dan lokakarya ini adalah:

  1. Direktur Rumah Sakit
  2. Wakil Direktur Rumah Sakit
  3. Komite Medis Rumah Sakit
  4. Anggota Komite Medis Rumah Sakit
  5. Kepala-kepala instalasi

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

Waktu               : 27 – 30 Oktober 2009

Tempat              : Wisma MM UGM

Jl. Colombo No. 1, Yogyakarta 55281

Pendaftaran

Calon peserta wajib mendaftarkan diri dengan cara mengiri formulir pendaftaran/kontak melalui telepon atau SMS dengan menyebutkan nama, instansi, alamat instansi serta no hp/telp yang bisa dihubungi.

Biaya dan Cara Pembayaran

Biaya Pelatihan sebesar Rp. 4.000.000 (Empat Juta Rupiah) per-peserta, dengan akomodasi di hotel 3 hari fullboard, Fasilitas untuk peserta:

  1. Training Kits
  2. Sertifikat

atau sebesar Rp. 3.250.000 (Tiga Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)) per-peserta dengan non akomodasi, Fasilitas untuk peserta:

  1. Paket Meeting (Coffeebreak & Lunch)
  2. Training Kits
  3. Sertifikat

Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer melalui

Bank Mandiri Cabang UGM Yogyakarta,

a.n. H. Abdul Ghoffar c.q. BUMI MADANI

dengan nomor Rekening : 137-00-04039398

Atau dibayarkan saat registrasi.

Penyelenggara

Lembaga Pengembangan Manajemen Kesehatan BUMI MADANI

Jl. Modang MJ III/424 Yogyakarta 55143

Telp.   0274 – 749 44 45

HP. 081 392 070 080

Fax. : 0274 – 371764

Email : bumimadani@yahoo.com

Contact Person:

Dati              0813 920 700 80

Jadwal Pelatihan

Penyusunan Standar Pelayanan Medis (SPM) di Rumah Sakit

Wisma MM UGM, 27-30 Oktober 2009

Selasa, 27 Oktober 2009

14.00 – 21.00 Check in di Hotel dan Registrasi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2009

08.00 – 08.15 Pembukaan
08.15 – 10.00 Sesi I Standar Pelayanan Medis : Definisi dan Perspektif Legal
10.00 – 10.15 Tea break
10.15 – 12.00 Sesi II Patient Safety dan Penerapan Manajemen Resiko di Rumah Sakit
12.00 – 13.00 Lunch
13.00 – 15.00 Sesi III Langkah-langkah Penyusunan SPM
15.00 – 15.30 Tea Break
15.30 – 17.30 Sesi IV Formulasi SPM dengan dasar EBM (Evidence Based Medicine)

Kamis, 29 Oktober 2009

08.00 – 10.00 Sesi V Formulasi SPM dengan dasar Konsensus (Global Subjective Agreement of Experts)
10.00 – 10.15 Tea break
10.15 – 12.00 Sesi VI Implementasi SPM
12.00 – 13.00 Lunch
13.00 – 15.00 Sesi VII Evaluasi SPM
15.00 – 15.30 Tea Break
15.30 – 17.30 Sesi VIII Simulasi Penyusunan Standar Pelayanan Medis (SPM) dengan Menggunakan EBM dan Nominal Group Technic (NGT)

Jum’at,  30 Oktober 2009

08.00 – 11.00 Sesi IX Action Plan
11.00 – 11.15 Tea break
11.15 – 11.45 Penutupan dan Pembagian Sertifikat
12.00 – 14.00 Lunch dan Check out

 
Leave a comment

Posted by on September 7, 2009 in Program Pelatihan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: